8 Juli 2015

Infix PDF Editor

Hallo sobat, pada kesempatan kali ini saya pengen berbagi sebuah softwere yang sangat bagus, sangat powerful, nih langsung aja infix. Infix tuh softwere PDf, tapi keunggulan infix dibanding PDF reader lainnya tuh do'i bisa langsung editing kayak word prossesor, bisa gabungin banyak pdf sekaligus, nah keistimewaannya tuh kalau kita pas lagi bikin project yang harus di bookmark bookmark gitu. nah aku langsung otomatis in aja jadi deh hehehe
untuk sahabat yang pengen download nih tak kasih link-nya, Download infix PDF Editor
sekian semoga bermanfaat!

6 Juli 2015

Terang

Tak ada yang salah pada lapisan-lapisan ingatan ini, sebuah memori yang menyimpan segala peristiwa yang telah terjadi. Memang benar, terkadang sebagian dari itu semua membuatku lelah. Namun hidup ini memang untuk berjuang, untuk memperjuangkan segala sesuatu yang dianggap baik dan pantas untuk diperjuangkan.

Kenyataan itu tak pernah terelakkan lagi, itu telah terjadi dimasa lalu. Putus asa, kecewa, dan bahkan trauma, traumatis, sangat melehakan. Jujur aku sangat lelah menghadapi itu semua, dan seharusnya.. ah bukankah itu seharusnya sudah selesai ketika aku mengatakannya? mengatakan dengan segala keberanianku, dengan segala tekadku yang berjuang menembus rasa takut, hal traumatis yang pernah kuhadapi? Tetapi ya begitulah.

17 Juni 2015

Siapalah Aku!!, Berharap Curhatku Engkau Dengarkan..

Catatan Curhatku
17 Juni 2015
time : 11:20

Aku ingin curhat tetapi gak tahu sama siapa, aku ingin curhat di blog tetapi aku yakin aku gak sepenuhnya jujur. Biasanya aku langsung mengungkapkan segala kesah dalam bentuk kata-kata atau puisi yang terselubung, yang mempunyai banyak makna dan arti dan mengungkapkan pada semesta.

Namun ruang puisi dan kata-kata tak selamanya menenangkan jeritan perihku, ada saat ketika seseorang... aku.. merasa tak mampu untuk terus berdiri diantara puing-puing yang telah runtuh. Ada saat ketika seseorang... aku.. yang sangat kuat.. tak mampu menahan beban seorang diri.

Entah apa yang selalu menjadi ganjalan dari mulutku, entah apa yang selalu berhasil mengunci hatiku, hingga aku hanya mampu mengungkap dalam kata-kata yang bahkan memiliki penafsiran ganda. Aku telah menjadi pengecut memang, bersembunyi dari bayangan gelap dibawah ketiak kata-kata.

Bagaimana rasanya ketika kamu terus pergi, pergi dan lari dari apa yang sejujurnya ingin kamu hadapi? Dan bagaimana rasanya ketika kamu terus menerus menghadapi kenyataan yang menerpamu dan kenyataan itu tak pernah sesuai dengan apa yang kamu harapkan?

Sejujurnya kamu itu lari dari apa? sejujurnya kamu itu menghadapi apa?

Ketika matahari condong ke arah barat menyinarkan cahaya emasnya mewarnai langit menjadi jingga, ungu dan biru, lalu matahari tak terhentikan oleh waktu ia tenggelam mengijinkan gelap menyelimuti malam dan memberi kesempatan pada kejora, venus, merkurius untuk menampakkan sinarnya. Sesungguhnya apa yang sedang kamu perhatikan? Sejujurnya kamu memperhatikan apa?

Ketika seseorang... aku.. larut dalam kenyataan, larut dalam lintas paradok waktu, aku kehilangan makna, aku hanya hampa.. warna-warna yang telah menerangiku beberapa waktu.. telah kembali melarutkan aku dalam kehampaan.

Setiap hari aku bernafas dengan udara yang penuh dengan wajah seseorang, setiap hari difikiranku terlintas dia. Bersemayam dalam kalbu, berselimut rindu.. dan aku sadar, aku tak akan pernah tahu apa yang aku lakukan jika aku berjumpa dengannya.

Ironi..

Kenyataan yang paling pahit adalah ironi. Dan hal paling ironi yang pernah ku temui dalam hidup ini adalah tentang perasaan. Perasaan itu seperti hujan, berselimut dilangit dalam naungan awan, dan turun bersama seribu alasan.. menyimpan seribu tanda tanya, seribu misteri yang menjalari.

Sejak sadari, saat ini aku mungkin telah berpisah dengan banyak orang.. tanpa ucapan selamat tinggal. Sejak sadari, saat ini mungkin banyak hal yang sudah menjadi yang terakhir kalinya.. karena beberapa itu tak lagi terulang. Sejak sadari, mungkin banyak jejak yang ku tinggalkan dan aku belum sempat menghapusnya... Sejak sdari itu semua.. ada banyak hidup yang telah aku jalani, dan aku menatap jauh kepada esok hari.. masih banyak langkah yang akan kuhadapi dengan senyuman seperti saat ini. Beberapa mungkin aku akan meninggalkan apa yang kumiliki hari ini. Beberapa mungkin ada yang harus ikut aku pergi.. dan beberapa mungkin ada yang masih perlu kunanti, sebuah jawaban, sebuah pernyataan dan sebuah arti dari pertemuan.. atau mungkin itu semua tak perlu terjadi, karena aku kini menghilang bersama sunyi.

Beberapa langkah memang melewati catatan pada hari-hari yang telah menjadi impian, beberapa terjadi diluar dugaan dan beberapa jauh dari harapan.

Aku tak bisa memiliki semuanya..

Hanya ada satu alasan, saat ini aku hanya harus bertahan.. untuk hal-hal baik, karena itu pantas untuk di perjuangkan.

Aku Adalah Impian

Yogyakarta, 17 Juni 2015
time : 06:21 PM

Sesuatu pernah ada tetapi tak mesti aku mengerti bagaimana persoalannya.

Aku tak tahu semuanya tiba-tiba telah terjadi dan waktu telah membunuhku. Segala sesuatunya berjalan teramat cepat tanpa kutahu kapan ia pernah melambat. Hari yang semula akan kunikmati sebagai sebuah kemenangan itu telah lenyap, kini tinggal kehancuran diantara puing-puing yang telah runtuh. Ruins

Aku bahkan tak akan pernah mengerti jika sesuatu telah menjadi yang terakhir kalinya, sampai aku sadar bahwa itu tak pernah lagi terulang. Hidupku berjalan meraba sesuatu yang tak kutahu didepan.

Aku bahkan mungkin telah berpisah dari orang-orang tanpa pernah mengucapkan selamat tinggal. Mungkin aku telah meninggalkan sisa jejak yang tak terhapus dan tak termaafkan. Mungkin juga aku meninggalkan sebuah pertanyaan yang perlu seseorang jawab, namun aku tak pernah lagi berjumpa dengannya. Mungkin pula aku meninggalkan sebuah kesan yang akan diingat semua orang, tak terkatakan, tak terucapkan dan tak terungkapkan karena aku telah menghilang, tanpa jejak, tanpa sajak.

Beberapa memang layak menjadi penyesalanku, namun meski begitu aku tak akan menyesalinya. Hidupku tak mengenal fungsi Ctrl+Z, hidupku berjalan belajar dari kesalahan dan dari sesuatu yang benar.

Bahkan untuk sesuatu yang paling kuinginkan pun, ketika ia telah pergi dan menjauh.. aku tak akan berpaling pada harapan-harapan itu. Itu telah begitu lama... meski aku sanggup menanti lebih lama. Tetapi kenyataan adalah hal yang paling menyakitkan yang pernah aku temui.

Relakan kumelangkah.. tak terkejar kecuali dengan kesungguhan.

Relakanlah air mata yang pernah jatuh dari mataku.. menjadi hiasan dari mimpi dan masa yang dulu. Suatu hari kamu akan mengerti.. bahwa aku adalah impian yang paling dekat.

4 April 2015

Musim Penuh Merindu




image
All she did was sitting at old age home alone... and never face to any adventures again. I've been longing her since the first time we was hanging out...
The wind has changed.
song by Andy Riyan.
Sekali lagi kubuktikan bahwa, senja tak selalu merah. Seperti sore ini, hujan telah membuat arah angin berubah, seperti sore ini ketika kunikmati lagumu... hujan deras membasahi bumiku, menggantikan lagumu dengan laguku. Namun entah bagaimana dengan semestamu... semoga tak lagi kering seperti terakhir kali kita bertemu.

Deras hujan ini mengantarkan daku pada bait-bait kata - yang sebentar lagi akan menjadi sebuah lagu baru, mengubah simponi nuansa yang jernih menjadi bermandikan debu. Membakar amarah dan egoku, membangunkan hantu yang berwujud sebagai rasa bersalahku padamu, yang tak akan pernah enyah sebelum kamu memaafkannya.

"Alinda..."

Bisikku padamu, ketika kau baru saja turun dari boncenganku. Yang hanya kau balas dengan tatapan mata yang penuh kesedihan.

"Aku minta maaf... untuk semuanya" Kataku. Aku begitu bodoh, aku meminta maaf untuk sesuatu yang tak pernah aku mengerti alasannya.

Membacakah kau kasih? Ingatkah hal itu kasih? itu adalah kata terakhirku padamu, kata terakhir yang ingin ku ubah dan ingin ku ganti dengan yang baru. Sungguh aku rindu, aku ingin bertemu denganmu untuk kuhapus air matamu.

Irama instrumental dari percikan bintang dimalam pertama kali kita bertemu, yang berharmoni dengan suara pusaran air di lembah cinta yang sendu. Sebuah irama yang serupa dengan hujan ini... datangnya bertubi-tubi menghujam kalbuku. Membawakanku pada rindu diruang yang kita namai sebagai lembah tempat bermuara sungai yang mengalir dari hatiku dan hatimu. Hujan ini kembali menceritakan tentang sebuah lagu tentang kita berdua yang selalu berputar-putar bagaikan anak ayam mencari induknya.

Lagu serupa menjadi terangkai berkat halilintar yang menggelenggar. Sebuah lagu tentang rasa khawatir, kekhawatiranku pada kamu kasih; seseorang yang... semoga seutuhnya menjadi milikku.

Meski serupa, lagu ini takkan mungkin seperti dulu. Karena arah angin telah membawaku pada musim yang baru. Musim dimana langkah kakiku berjalan seorang diri, yang dalam hati terus berdo'a agar memiliki kesempatan untuk menang bersama waktu.

Aku mengkhawatirkanmu dengan sangat, seiring musim terus berganti, seiring perjumpaanku yang membangkitkan sebuah ilusi. Ilusi takut kehilangan kamu. Dan akhirnya aku kehilangan kamu dari pelukanku. Dan akhirnya kamu hanya menyisakan kupu-kupu ciuman pertama kita terbang melintas sebagai sebuah kenangan yang jauh.
Aku tahu kamu hanya berdiam diri dirumah… memandang keluar jendela pada kenangan dan kemesraan kita berdua, berlari-lari ditengah hujan, menerjang badai karena kerinduan, pada kahirnya melaju dengan rasa putus-asaku yang tak bisa melunakkan hatimu.

Kala itu, aku enggan untuk menerjang topan, tapi kamu ingin segera pulang mencapai selimut kehangatan. Aku enggan karena aku menghawatirkan suhu tubuhmu saat itu, meski hangat namun kutahu mengalir keringat dingin dari dahimu. Aku tak ingin sakit menerpamu, menerpaku, menerpa kita berdua… dan kejadiannya terlalu cepat, aku tak paham duduk permasalahannya. Dan semuanya… hancur berantakan.

Angin telah berubah. The wind has changed. Membawkanku pada musim yang penuh merindu.

Andy Riyan | Yogyakarta, 3 April 2015 Pukul 04:30 PM.

Note :
Tulisan ini juga telah di publish di halaman tumblr ku, kunjungi http://andyriyan.tumblr.com