17 Juni 2015

Aku Adalah Impian

Yogyakarta, 17 Juni 2015
time : 06:21 PM

Sesuatu pernah ada tetapi tak mesti aku mengerti bagaimana persoalannya.

Aku tak tahu semuanya tiba-tiba telah terjadi dan waktu telah membunuhku. Segala sesuatunya berjalan teramat cepat tanpa kutahu kapan ia pernah melambat. Hari yang semula akan kunikmati sebagai sebuah kemenangan itu telah lenyap, kini tinggal kehancuran diantara puing-puing yang telah runtuh. Ruins

Aku bahkan tak akan pernah mengerti jika sesuatu telah menjadi yang terakhir kalinya, sampai aku sadar bahwa itu tak pernah lagi terulang. Hidupku berjalan meraba sesuatu yang tak kutahu didepan.

Aku bahkan mungkin telah berpisah dari orang-orang tanpa pernah mengucapkan selamat tinggal. Mungkin aku telah meninggalkan sisa jejak yang tak terhapus dan tak termaafkan. Mungkin juga aku meninggalkan sebuah pertanyaan yang perlu seseorang jawab, namun aku tak pernah lagi berjumpa dengannya. Mungkin pula aku meninggalkan sebuah kesan yang akan diingat semua orang, tak terkatakan, tak terucapkan dan tak terungkapkan karena aku telah menghilang, tanpa jejak, tanpa sajak.

Beberapa memang layak menjadi penyesalanku, namun meski begitu aku tak akan menyesalinya. Hidupku tak mengenal fungsi Ctrl+Z, hidupku berjalan belajar dari kesalahan dan dari sesuatu yang benar.

Bahkan untuk sesuatu yang paling kuinginkan pun, ketika ia telah pergi dan menjauh.. aku tak akan berpaling pada harapan-harapan itu. Itu telah begitu lama... meski aku sanggup menanti lebih lama. Tetapi kenyataan adalah hal yang paling menyakitkan yang pernah aku temui.

Relakan kumelangkah.. tak terkejar kecuali dengan kesungguhan.

Relakanlah air mata yang pernah jatuh dari mataku.. menjadi hiasan dari mimpi dan masa yang dulu. Suatu hari kamu akan mengerti.. bahwa aku adalah impian yang paling dekat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan tulis komentar anda