17 Juni 2015

Siapalah Aku!!, Berharap Curhatku Engkau Dengarkan..

Catatan Curhatku
17 Juni 2015
time : 11:20

Aku ingin curhat tetapi gak tahu sama siapa, aku ingin curhat di blog tetapi aku yakin aku gak sepenuhnya jujur. Biasanya aku langsung mengungkapkan segala kesah dalam bentuk kata-kata atau puisi yang terselubung, yang mempunyai banyak makna dan arti dan mengungkapkan pada semesta.

Namun ruang puisi dan kata-kata tak selamanya menenangkan jeritan perihku, ada saat ketika seseorang... aku.. merasa tak mampu untuk terus berdiri diantara puing-puing yang telah runtuh. Ada saat ketika seseorang... aku.. yang sangat kuat.. tak mampu menahan beban seorang diri.

Entah apa yang selalu menjadi ganjalan dari mulutku, entah apa yang selalu berhasil mengunci hatiku, hingga aku hanya mampu mengungkap dalam kata-kata yang bahkan memiliki penafsiran ganda. Aku telah menjadi pengecut memang, bersembunyi dari bayangan gelap dibawah ketiak kata-kata.

Bagaimana rasanya ketika kamu terus pergi, pergi dan lari dari apa yang sejujurnya ingin kamu hadapi? Dan bagaimana rasanya ketika kamu terus menerus menghadapi kenyataan yang menerpamu dan kenyataan itu tak pernah sesuai dengan apa yang kamu harapkan?

Sejujurnya kamu itu lari dari apa? sejujurnya kamu itu menghadapi apa?

Ketika matahari condong ke arah barat menyinarkan cahaya emasnya mewarnai langit menjadi jingga, ungu dan biru, lalu matahari tak terhentikan oleh waktu ia tenggelam mengijinkan gelap menyelimuti malam dan memberi kesempatan pada kejora, venus, merkurius untuk menampakkan sinarnya. Sesungguhnya apa yang sedang kamu perhatikan? Sejujurnya kamu memperhatikan apa?

Ketika seseorang... aku.. larut dalam kenyataan, larut dalam lintas paradok waktu, aku kehilangan makna, aku hanya hampa.. warna-warna yang telah menerangiku beberapa waktu.. telah kembali melarutkan aku dalam kehampaan.

Setiap hari aku bernafas dengan udara yang penuh dengan wajah seseorang, setiap hari difikiranku terlintas dia. Bersemayam dalam kalbu, berselimut rindu.. dan aku sadar, aku tak akan pernah tahu apa yang aku lakukan jika aku berjumpa dengannya.

Ironi..

Kenyataan yang paling pahit adalah ironi. Dan hal paling ironi yang pernah ku temui dalam hidup ini adalah tentang perasaan. Perasaan itu seperti hujan, berselimut dilangit dalam naungan awan, dan turun bersama seribu alasan.. menyimpan seribu tanda tanya, seribu misteri yang menjalari.

Sejak sadari, saat ini aku mungkin telah berpisah dengan banyak orang.. tanpa ucapan selamat tinggal. Sejak sadari, saat ini mungkin banyak hal yang sudah menjadi yang terakhir kalinya.. karena beberapa itu tak lagi terulang. Sejak sadari, mungkin banyak jejak yang ku tinggalkan dan aku belum sempat menghapusnya... Sejak sdari itu semua.. ada banyak hidup yang telah aku jalani, dan aku menatap jauh kepada esok hari.. masih banyak langkah yang akan kuhadapi dengan senyuman seperti saat ini. Beberapa mungkin aku akan meninggalkan apa yang kumiliki hari ini. Beberapa mungkin ada yang harus ikut aku pergi.. dan beberapa mungkin ada yang masih perlu kunanti, sebuah jawaban, sebuah pernyataan dan sebuah arti dari pertemuan.. atau mungkin itu semua tak perlu terjadi, karena aku kini menghilang bersama sunyi.

Beberapa langkah memang melewati catatan pada hari-hari yang telah menjadi impian, beberapa terjadi diluar dugaan dan beberapa jauh dari harapan.

Aku tak bisa memiliki semuanya..

Hanya ada satu alasan, saat ini aku hanya harus bertahan.. untuk hal-hal baik, karena itu pantas untuk di perjuangkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan tulis komentar anda